Budaya adalah sesuatu yang hidup. Dalam konteks sosial, budaya sering digunakan untuk mewakili seluruh cara hidup, termasuk aturan, nilai, dan perilaku yang diharapkan. Berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dari satu lingkungan ke lingkungan lain, dan bahkan di daerah terkecil sekalipun, budaya merupakan faktor pendorong dalam pembentukan identitas sosial dan berfungsi sebagai dasar untuk menciptakan kohesi dan solidaritas.
Buku ini mengeksplorasi persimpangan budaya dan komunitas sebagai dasar untuk pembangunan berbasis lokal dan regional dengan berfokus pada tiga bidang literatur inti: teori, penelitian, dan praktik. Bagian pertama, teori, mengungkap beberapa argumen historis yang lebih relevan, serta kajian yang lebih kontemporer. Selanjutnya, bagian penelitian menjelaskan beberapa konsep, variabel, dan hubungan kunci yang ada dalam studi terbatas tentang budaya dalam pembangunan komunitas. Terakhir, bagian praktik menggabungkan penelitian dan teori ke dalam contoh-contoh terapan dari upaya di lapangan.
Di saat minat untuk mempertahankan keunikan kehidupan lokal, tradisi, dan budaya meningkat secara signifikan dalam pembangunan berbasis komunitas,
para penulis menawarkan eksplorasi global tentang dampak pembangunan berbasis budaya dengan analisis komparatif di negara-negara seperti Korea, Irlandia, dan Amerika Serikat. Buku ini wajib dibaca bagi perencana pembangunan komunitas, pembuat kebijakan, mahasiswa, dan peneliti.
